Spirometri dan PEAK FLOW METER

Posted: October 5, 2011 in keperawatan
  1. Spirometri

Spirometri adalah metode untuk menilai fungsi paru-paru dengan mengukur volume

udara yang mampu pasien lepaskan / hembuskan dari paru-paru setelah inspirasi maksimal.

Indikasi :

  1. Deteksi fungsi paru – paru normal / abnormal
  2. Menilai progress penyakit
  3. Untuk menilai :
  • Penurunan fungsi paru –paru
  • Untuk mempertimbangkan rujukan untuk oksigen rumah
  • Membedakan antara asma dan PPOK
  • Mengukur dampak dari paparan kerja
  • Mengukur kemanjuran obat ( terutama untuk inhaled steroids )
  • Melakukan penilaian pra operasi
  • Dll

Jenis Spirometer

Spirometer genggam sederhana menghasilkan pembacaan FEVI dan FVC, yang perlu dibandingkan dengan nilai prediksi normal. Spirometer menghasilkan tampilan visual yaitu atau print-out dari volume udara yang dihembuskan dari waktu ke waktu, kurva volume-waktu, sehingga anda dapat melihat seberapa baik pasien telah melakukan maneuver. Jika spirometer memiliki fasilitas memori, anda juga mungkin dapat menyimpan hasil pemeriksaan pasien.

Spirometer elektronik banyak juga menampilkan kurva aliran. Kebanyakan spirometer menghitung presentase dari nilai prediksi normal karena memiliki data referensi yang sudah diprogram. Anda harus memasukkan rincian jenis kelamin pasien, ras, usia dan tinggi.

Spirometer dirancang untuk digunakan di semua jenis penyakit paru-paru dan bukan hanya PPOK. Beberapa spirometer akan memberikan laporan hasil fungsi paru-paru, dapat mengomentari keparahan penyakit.

Mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan fungsi paru ( spirometri )

  1. Pemeriksaan dilakukan ketika pasien secara klinis stabil dan bebas dari infeksi.
  2. Pasien seharusnya tidak menerima terapi short-acting bronchodilator enam jam sebelum pemeriksaan, long-acting beta agonist 12 jam sebelumnya, theophyllines 24 jam sebelumnya.
  3. Sebuah tes yang bagus  tergantung  pada operator mengembangkan hubungan dengan subjek dan “ pembinaan “ mereka membuat suatu usaha yang maksimal.
  4. Subjek harus memiliki kemampuan  untuk bernafas maksimal dan memahami instruksi yang disampaikan.
  5. Nilai spirometric harus diukur sebelum dan setelah  pemberian bronkodilator inhalasi sesuai dosis yang dianjurkan.
  6. Pastikan bahwa pasien dalam kondisi nyaman , posisikan pasien dalam posisi duduk.
  7. Mulailah dengan menjelaskan tujuan pemeriksaan.
  8. Mendemonstrasikan  tehnik yang benar untuk pasien yang baru pertama kali menjalani pemeriksaan spirometri.
  9. Anjurkan pasien untuk mempertahankan ekshalasi sampai pada tahap maksimal, batasi sampai delapan atau kurang untuk setiap sesi.

Menjaga akurasi

Tehnik  pasien sangat mempengaruhi hasil bacaan spirometri, meliputi :

  • Inhalasi yang tidak  adekuat .
  • Kurangnya upaya exhalasi selama pernafasan
  • Melakukan napas tambahan yang diambil selama manuver
  • Bibir tidak rapat menutupi mouth piece
  • Awal yang lambat pada saat exhalasi paksa
  •  Pernafasan berhenti sebelum waktunya
  • Pernafasan melalui hidung
  • batuk

NB : perawatan dan pemeliharaan spirometer yang baik  akan membantu memberikan informasi yang akurat. Spirometer harus tetap bersih, dn ketetapan kalibrasi perlu diperhatiakan sebelum memulai pemeriksaan.

2.      PEAK FLOW METER

  1. Peak Flow Meter (PFM) adalah alat untuk mengukur jumlah aliran udara dalam jalan napas (PFR). Nilai PFR dapat dipengaruhi beberapa faktor misalnya posisi tubuh, usia, kekuatan otot pernapasan, tinggi badan dan jenis kelamin (www.en.wikipedia.com, 2008).Peak Flow Meter adalah alat ukur kecil, dpat digenggam, digunakan untuk memonitor kemampuan untuk menggerakkan udara, dengan menghitung aliran udara bronki dan sekarang digunakan untuk mengetahui adanya obtruksi jalan napas (www.en.wikipedia.com, 2008). Peak Flow Meter (PFM) mengukur jumlah aliran udara dalam jalan napas. Peak Flow Rate (PFR) adalah kecepatan (laju) aliran udara ketika seseorang menarik napas penuh, dan mengeluarkannya secepat mungkin. Agar uji (tes) ini menjadi bermakna, orang yang melakukan uji ini harus mampu mengulangnya dalam kelajuan yang sama, minimal sebanyak tiga kali (www.statcounter.com, 2007). Terdapat beberapa jenis alat PFM. Alat yang sama harus senantiasa digunakan, agar perubahan dalam aliran udara dapat diukur secara tepat. Pengukuran PFR membantu menentukan apakah jalan napas tebuka atau tertutup.
    PFR menurun (angka dalam skala turun ke bawah) jika asma pada anak memburuk. PFR meningkat (angka dalam skala naik ke atas) jika penanganan asma tepat, dan jalan napas menjadi terbuka. Pengukuran PFR dapat membantu mengetahui apakah jalan napas menyempit, sehingga penanganan asma dapat dilakukan dini, juga membantu mengenali pemicu (penyebab) asma pada anak, sehingga dapat dihindari (www.statcounter.com, 2007).
    Terdapat perbedaan nilai pengukuran (siklus) PFR dalam satu harinya. Dengan mengukur nilai PFR dua kali dalam sehari menunjukkan gambaran PFR sepanjang hari. Anak yang berbeda usia dan ukuran badan memiliki nilai PFR yang berbeda (www.statcounter.com,2007).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s